Rabu, 21 Januari 2015

kebutuhan dasar ibu bersalin kala 1



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Persalinan pada kala1 dimulai dari ditandai dengan adanya kontraksi yang teratur, adekuta, dan menyebabkan perubahan pada serviks sehingga mencapai pemukaan lengkap. Pembagian persalinan lkala1 yaitu fase laten dan fase aktif. Fase laten dimulai dari awal kontraksi hingga pembukaan 4cm dan tidak terlalu mulas. Fase aktif yaitu kontraksi diatas 10 menit di mulai dari pembukaan 4 hingga lengkap, penurunan pada bagian bawah janin. Sebagai bidan, kita harus mampu memberikan asuhan yang sesuai dengan kebutuhan ibu . pada kala 1 ibu memiliki  banyak kebutuhan dasar  oleh karena itu dalam makalah ini kami mencoba menjelaskan kebutuhan dasar ibu bersalin pada kala1.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana kebutuhan dasar  ibu bersalin kala 1 pada teknik relaksasi ?
2.      Bagaimana kebutuhan dasar  ibu bersalin kala 1 pada persiapan persalinan ?
3.      Bagaimana kebutuhan dasar  ibu bersalin kala 1 pada asuhan sayang ibu ?
1.3 TUJUAN
1.      Mengetahui kebutuhan dasar  ibu bersalin kala 1 pada teknik relaksasi
2.      Mengetahui kebutuhan dasar  ibu bersalin kala 1 pada persiapan persalinan
3.      Mengetahui kebutuhan dasar  ibu bersalin kala 1 pada asuhan sayang ibu





BAB II
PEMBAHASAN

KEBUTUHAN DASAR IBU BERSALIN KALA I
2.1 Teknik Relaksasi
Di harapkan ibu pernah mendapat penyuluhan tentang teknik relaxsasi saat anc , bila ibu belum pernah maka di ajarkan terlebih dahulu teknik relaxsasi , penyuluhan yang di berikan pada saat anc dengan penyuluhan yang di berikan saat in partu harus sama supaya tidak bingung . Bidan harus mengingatkan tentang tenik relaxsasi terutama teknik bernapas.
2.1.1 Manfaat teknik relaxsasi :
Ø  Mencegah otot-otot dari kelelahan khususnya otot besar pada rahim
Ø  Menolong ibu mengatasi stress persalinan sehingga lebih menikmati pengalamannya
Ø   Menolong menghemat energi
Ø    Membantu ibu dalam berkomunikasi lebih efektif dengan orang-orang di sekitarnya
Ø    Membantu bayi dalam kelahiran
Ø    Jika ibu rilex , ibu tidak akan mengalirkan hormon stress ke sistem tubuh bayi
Memang tidak mudah untuk betul-betul rilexs dalam persalinan .namun dapat di lakukan dengan teknik dan bantuan sederhana , khususnya dari pendamping persalinan .mendapat dukungan dalam persalinan merupakan faktor penting  dalam menciptakan pengalaman persalinan yang positif bagi  ibu . Selain itu , menghasilkan hasil yang positif bagi bayi .
Kebanyakan ibu terbebas dari rasa sakit dan rasa tidak nyaman di antara dua kontraksi inilah saat yang tepat memeriksa tubuh , khususnya di bagian yang tegang . Pendamping dapat membantu memijat atau jika suami , memeluk dan mencium ibu agar lebih tenang dan tetap fokus dalam latihan pernafasan , baik saat terjadi kontraksi atau di antara kontraksi juga dapat membantu .
2.1.2 Berikut ini langkah menuju relaxasi :
·         Memilih lingkungan yang tepat.
Langakah pertama menuju relaxasi adalah memilih lingkungan bersalin yang benar-benar nyaman bagi ibu.hingga kini , belum ada penelitian yang menyebutkan tempat bersalin yang aman adlah rumah sakit modern dengan pengawasan ahli.justru bukti-bukti menunjukan ibu dan bayi lebih sedikit mendapat intervensi dan secara fisik maupun psikologis lebih sehat ketika bersalinan di lingkungan yang tidak terlalu canggih .
·         Memahami tubuh.
Setiap kali stress ketika hamil,coba amati tubuh yang beraksi . Apakah ibu mengerat gigi , sakit perut , leher dan bahu jadi tegang dan sakit , atau merengut .ini semua tanda , otot-otot dalam keadaan tegang sehingga tubuh sakit dan letih . Tarik nafas dalam-dalam , saat mengehembuskan , lemaskan otot sehingga kendur dan lunak , tidak kaku , latih teknik ini secara terartur .dengan demikian , otomatis ibu dapat mengidentifikasi ketegangan tubuh dengan segera mengistirahatkannya saat bersalin . Ini juga berefek positif bagi tekanan darah. 

·         Komunikasi dengan jelas.
Jika ibu tidak memiliki gambaran yang akan terjadi pada tubuh saat persalinan , tidak mengerti yang akan di lakukan petugas medis , atau percakapan mereka tidak melibatkan ibu , ibu akan sulit rilex .oleh karena itu , jika ibu tidak yakin mengenai berbagai aspek dalam persalinan atau menyimpah kekhawatiran bahwa sesuatu akan menimpa ibu atau bayi , tanyakan hal itu pada petugas medis . Setelah itu mendengar dari mereka segalanya baik-baik saja , biasannya ibu segera rilex patika pendamping persalinan mengerti .perannya yang terpenting adalah senantiasa membuat ibu cukup informasi
2.2  Persiapan Persalinan.
A. Ruangan dan Lingkungan.
Ø  Ruangan yang hangat dan bersih,meniliki sirkulasi udara yang baik dan terlindung dari tiupan angin, sumber air bersih dan mengalir untuk cuci tangan dan memandikan ibu sebelum dan sesudah melahirkan, air dtt untuk membersihkan vulva dan perineum sebelum melakukan pemeriksaan dalam dan membersihkan pireneum ibu setelah melahirkan.
Ø  Suhu kamar bersalin 21 derajat celcius
Ø  kecukupan air bersih, klorin, diterjen, kain pembersih, kain pel, dan sarung tangan karet untuk membersihkan euangan,lantai, perabotan, dekontaminasi dan proses peralatan.
Ø  Kamar mandi yang bersih untuk kebersihan peribadi ibu dan menolong persalinan, pastikan kamar mandi telah di dekontaminasi dengan larutan klorin.
Ø  Tempat yang lapang untuk ibu berjalan-jalan dan menunggu saat persalinan, melahirkan bayi dan untuk memberikan asuhan bagi ibu dan bayinya setelah persalinan pastikan bahwa ibu mendapatkan vripasi yang di inginkan.
Ø  Penerangan yang cukup baik siang maupun malam hari, tempat tidur yang bersih untuk ibu, tutupi kasur dengan pelastik, atau lembaran yang mudah di bersihkan jika terkontaninasi.
Ø  Persiapan perlengkapan, bahan-bahan, dan obat-obatan yang di perlukan.
Ø  Pastikan kelengkapan jenis dan jumlah bahan-bahan yang di perlukan serta dalam keadaan siap pakai pada setiap persalinan dan kelahiran bayi diantaranya.
B. Alat dan obat-obatan.
Perlengkapan yang harus di siapkan pada kala I :
·         tensi meter
·          stetoskop
·           mono aurel
·           jam yang mempunyai detik
·          Termometer
·           partus set
·           heacting set
·           bahan habis pakai (injeksi oksitosin, lidokain, kapas, kasa,detol)
·           set kegawat daruratan
·           bengkok
·         tempat basah kering dan tajam
·           alat-alat proteksi diri

Obat-Obatan dalam persalinan kala I :
·         Pereda Nyeri pada persalinan
Rasa sakit juga dapat dihilangkan dengan beberapa metode atau pemberian obat-obatan penghilang sakit, seperti :
ü  Pethidin, pemberian pethidin akan membuat tenang, rilex, dan terasa agak mengantuk, tetapi tetap sadar. Obat ini bereaksi 20 menit kemudian akan bekerja selama 2-3 jam dan biasanya diberikan pada kala I. Obat ini biasanya disuntikkan di bagian paha atau pantat. Penggunaan obat ini akan menyebabkan bayi mengantuk tetapi akan hilang pada saat bayi lahir. Pethidin tidak diberikan secara rutin tetapi diberikan  pada keadaan kontraksi rahim yang terlalu kuat.
ü  Anastesi Epidural, metode ini paling sering dilakukan karena memungkinkan ibu untuk tidak merasakan sakit tanpa tidur. Obat anastesi suntikan diberikan rongga kosong (epidural) diantara tulang punggung bagian bawah.Spesialis anastesi akan memasang kateter untuk mengalirkan obat yang mengakibatkan saraf tubuh bagian bawah mati rasa sekitar 2 jam. Sehinga rasa sakit tidak kerasa. Pemberian obat ini harus diperhitungkan agar tidak ada pengruhnya pada kala II,jika tidak ibu akan mengedan lebih lama.
ü  Entonox , metode ini menggunakan campuran oksigen dan nitrous oxida,dapat menghilangkan rasa sakit, efeknya lebih ringan dari epidural sendiri. Jika kontraksi mulai terasa pegang masker di muka lalu tarik nafas dalam-dalam. Rasa sakit akan berkurang dan kekepala lebih ringan.
ü   TENS, metoda penghilang rasa sakit dengan mesin TENS( Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation) dipilih rasa sakit ingin hilang tanpa obat. Alat ini mudah digunakan dan tidak membahayakan.
ü   ILA(Intrathecal Labour Analgesia), yaitu suatu teknik baru untuk menghilangkan rasa sakit persalinan yang hampir mirip dengan epidural tetapi berbeda pada lokasi dan cara pemberian obat anastesinya.
ü  Oksitosin.
ü  Oksitosin menaikan peranan yang sangat penting dalam persalinan dan ejeksi ASI.

 Oksitosin bekerja pada seseptor oksitosik untuk menyebabkan :
Ø  Kontraksi uterus pada kehamilan aterm.
Ø  Kontraksi pembuluh darah umbilikus.
Ø  Kontraksi sel-sel mioepitel.
Efek samping oksitosik:
Bila oksitosin sintetik diberikan, kerja fisiologis hormon ini akan bertambah sehingga dapat timbul efek samping yang potensial berbahaya.
Efek samping tersebut dapat dikelompokkan menjadi :
Ø  Stimulasi berlebih pada uterus
Ø   Kontraksi pembuluh darah tali pusat
Ø  Kerja pada pembuluh darah
Ø  Mual
Ø  Reaksi hipersensitifitas
pemberian oksitosin akan mengganggu masuknya kepala janin ke dalam serviks. Kontraksi uterus yang keras, lama serta kuat dapat menimbulkan konsekuensi yang serius :
Ø  Trauma pada neonatus dan ibu
Ø  Puptura uteri
Ø  Perdarahan postpartum
Ø  Hematoma pelvik
Ø  Solusio plasenta
Ø  Emboli cairan amnion
Ø  Hipoksia fetal
2.3 Asuhan Sayang Ibu.
ü  Memberikan asuhan sayang ibu
Persalinan adalah saat yang menegangkan dan menggugah emosi ibu dan keluarganya, malahan dapat pula menjadi saat yang menyakitkan dan rnenakutkan bagi ibu. Untuk meringankan kondisi tersebut, pastikan bahwa setiap ibu akan mendapatkan asuhan sayang ibu selama persalinan dan kelahiran.

Kaji prinsip-prinsip umum asuhan sayang ibu:
·         Sapa ibu dengan ramah dan sopan, bersikap dan bertindak dengan tenang dan berikan dukungan penuh selama persalinan dan kelahiran bayi
·         Jawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh ibu atau anggota keluarganya.
·         Anjurkan suami dan anggota keluarga ibu untuk hadir dan memberikan dukungannya.
·         Waspadai tanda penyulit selama persalinan dan lakukan tindakan yang sesuai jika diperlukan.
·         Waspadai tanda penyulit selama persalinan dan lakukan tindakan yang sesuai jika diperlukan.
Asuhan sayang ibu selama persalinan:
·         Memberikan dukungan emosional.
Bekerjasama dengan anggota keluarga untuk :
Ø  Mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan pujian kepada ibu.
Ø  Membantu ibu bernapas pada saat kontraksi.
Ø  Memijat punggung, kaki atau kepala ibu dan tindakan-tindakan bermanfaat lainnya.
Ø  Menyeka muka ibu dengan lembut, menggunakan kain yang dibasahi air hangat atau dingin.
Ø  Menciptakan suasana kekeluargaan dan rasa aman.
Membantu pengaturan posisi.
Anjurkan ibu untuk mencoba posisi-posisi yang nyaman selama persalinan dan kelahiran. Anjurkan pula suami dan pendamping laihnya untuk membantu ibu berganti posisi. Ibu boleh berjalan. berdiri, duduk, jongkok, berbaring miring atau rnerangkak. Posisi tegak seperti berjalan, berdiri atau jongkok dapat membantu turunnya kepala bayi dan seringkali mempersingkat waktu persalinan. Bantu ibu untuk sering berganti posisi selama persalinan. Jangan membuat ibu dalam posisi telentang, beritahukan agar ia tidak mengambil posisi tersebut.
Alasan: Jika ibu berbaring telentang, berat uterus dan isinya ‘janin, cairan ketuban, plasenta, dli) akan inenekan vena cava inferior Hal iizi inenyebabkan turunnya aliran darah dan sirkulasi ibu ke plasenta. Kondisi seperti ini, akan menyebabkan hipoksia/ kekurangan oksigen pada janin. Posisi telentang juga akan memperlambat kemajuan persalinan.

Memberikan cairan dan nutrisi.
Anjurkan ibu untuk mendapat asupan (makanan ringan dan rninum air) selama persalinan dan kelahiran bayi. Sebagian ibu masih ingin makan selama fase laten persalinan, tapi setelah memasuki fase aktif, mereka hanya menginginkan cairan saja. Anjurkan anggota keluarga menawarkan ibu minum sesering mungkin dan makanan ringan selarna persalinan.
Alasan: Makanan ringan dan cairan yang cukup selaina persalinan akan niemberikan le bih banyak energi dan rnencegah dehidrasi. Dehidrasi bisa meinperlambat kontraksi dan/atau membuat kontraksi menjadi tidak teratur dan kurang efektif.

Keleluasaan untuk ke kamar mandi secara teratur.
Anjurkan ibu untuk mengosongkan kandung kemihnya secara rutin selama persalinan. Ibu harus berkemih paling sedikit setiap 2 jam, atau lebih sering jika terasa ingin berkemih atau jika kandung kemih dirasakan penuh. Periksa kandung kemih pada saat akan memeriksa denyut jantung janin (lihat/palpasi tepat di atas simfisis pubis untuk mengetahui apakah kandung kemih penuh). Anjurkan dan antarkan ibu untuk berkeniih di kamar mandi. Jika ibu tidak dapat berjalan ke kamar mandi, berikan wadah penampung urin.
Alasan: Kandung kernih yang penuh akan :
·         Memperlambat turunnya bagian terbawah janin dan mungkin menyebabkan partus macet.
·         Menyebabkan ibu tidak nyanlan.
·         Meningkatkan risiko perdarahan pascapersalinan yang disebabkan atonia uteri.
·         Mengganggu penatalaksanaan distosia bahu.
·         Meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pascapersalinan.
·         Selama persalinan berlangsung, tidak dianjurkan untuk melakukan kateterisasi kandung kemih secara rutin.
·         Kateterisasi kandung kemih hanya dilakukan jika kandung kemih penuh dan ibu tidak dapat berkemih sendiri.
·         Alasan: Kateterisasi menimbulkan rasa sakit, meningkatkan risiko infeksi dan perlukan saluran kemih ibu.
·         Anjurkan ibu untuk buang air besar jika perlu. Jika ibu merasa ingin buang air besar saat persalinan aktif, lakukan periksa dalam untuk memastikan bahwa apa yang dirasakan ibu bukan disebabkan oleh tekanan kepala bayi pada rektum. Jika ibu belum siap melahirkan, perbolehkan ibu untuk ke kamar mandi.
·         Jangan melakukan klisma secara rutin selama persalinan. Klisma tidak akan memperpendek waktu persalinan, menurunkan angka infeksi bayi baru lahir atau infeksi luka pas capersalinan, malahan akan meningkatkan jumlah tinja yang keluar selama kala dua persalinan.

Ø  Pencegahan infeksi.
Menjaga lingkungan yang bersih merupakan hal penting dalam mewujudkan kelahiran yang bersih dan aman bagi ibu dan bayinya (lihat Bab 1). Hal ini tergolong dalam unsur esensial asuhan sayang ibu. Kepatuhan dalam menjalankan praktek-praktek pencegahan infeksi yang baik juga akan melindungi penolong persalinan dan keluarga ibu dan infeksi. Ikuti praktek-praktek pencegahan infeksi yang sudah ditetapkan, ketika mempersiapkan persalinan dan kelahiran. Anjurkan ibu untuk mandi pada awal persalinan dan pastikan bahwa ibu memakai pakaian yang bersih. Mencuci tangan sesering mungkin. menggunakan peralatan stenil atau disinfeksi tingkat tinggi dan sarung tangan pada saat diperlukan (lihat Bab 1). Anjurkan anggota keluarga untuk mencuci tangan mereka sebelum dan setelah melakukan kontak dengan ibu dan/atau bayi baru lahir.
Alasan: Pencegalian infeksi sangat penting dalam menurunkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi baru lahir. Upaya dan keterampilan dalam melaksanakan prosedur pencegahan infeksi yang baik, akan melindungi penolong persalinan terhadap risiko infeksi.
Ø  Dukungan emosional.
Dukung dan anjurkan suami dan anggota keluarga yang lain untuk mendampingi ibu Selama persalinan dan kelahiran. Anjurkan mereka untuk berperan aktif dalam mendukung dan mengenali langkah-langkah yang mungkin akan sangat membantu kenyamanan ibu. Hargai keinginan ibu untuk didampingi oleh teman atau saudara yang khusus.



BAB III
PENUTUP
3.1  KESIMPULAN

Kebutuhan dasar ibu bersalin kala 1, diantaranya : teknik relaksasi, persiapan persalinan dan asuhan sayang ibu.
Teknik Relaksasi, Manfaat teknik relaxsasi : Mencegah otot-otot dari kelelahan khususnya otot besar pada rahim, Menolong ibu mengatasi stress persalinan sehingga lebih menikmati pengalamannya, Menolong menghemat energi, Membantu ibu dalam berkomunikasi lebih efektif dengan orang-orang di sekitarnya, Membantu bayi dalam kelahiran.
Persiapan persalinan, meliputi : ruangan dan lingkungan, alat dan obat-obatan.
Asuhan sayang ibu, meliputi : Memberikan dukungan emosional, pencegahan infeksi,dll.

3.2  SARAN
Sebagai bidan, kita harus mengetahui dan memahami bagaimana kebutuhan dasar ibu bersalin pada kala I, sehingga kita dapat memberikan asuhan secara tepat.